Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4604)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2026)   KOMUNITAS Kota Palu (15399)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3100)Sekolah (574)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1730)UNIVERSITARIA (565) Semua Kategori 43659  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
40 Persen Sarjana Pilih PNS

Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih diimpikan sebagian kalangan terdidik. Sebagian mahasiswa bahkan sengaja memilih jurusan kuliah yang ketika lulus bisa menjadi PNS, seperti guru. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng mencatat, dari 72.894 pencari kerja di Sulteng, sebanyak 40 persen diantaranya adalah sarjana (S1).
LAPORAN: TIM MERCUSUAR
Umumnya kelompok sarjana yang terdaftar dengan kartu pencari kerja ini memilih menjadi PNS, sebagian memilih Polisi/TNI.
Suwitno, mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako mengatakan, sejak duduk dibangku SMA, dia sudah menggemari disiplin ilmu Fisika. Setali tiga uang, setelah lulus ia kemudian melanjutkan bidang studi kegemarannya itu ke universitas. Pilihannya ke FKIP juga karena fakultas ini menghasilkan lulusan tenaga guru. Yang mengiming-imingi Suwitno adalah guru PNS saat ini telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Ada tunjangan sertifikasi terhadap guru. Jika ditambah dengan gaji, dalam sebulan pendapatan guru PNS bisa setara dengan pendapatan kepala dinas.
Demikian halnya yang diungkapkan Ari. Mahasiswa yang memilih studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di FKIP Untad ini mengaku memilih jurusan tersebut karena berpeluang lebar bisa menjadi PNS. Sementara formasi perekrutan CPNS selain guru setiap tahun berkurang.
“Dengan menjadi PNS, tentu kebutuhan hidup lebih dapat dipenuhi. Dengan kondisi ekonomi masyarakat seperti sekarang ini, setiap orang pasti ingin bisa secepatnya menjadi PNS, apalagi mahasiswa yang masih menyelesaikan studinya,” tuturnya.
Farid, pegawai honorer di salah satu sekolah di Palu membenarkan anggapan Ari. Untuk mencapai keinginannya menjadi PNS, Farid pun memilih menjadi pegawai honorer sejak enam tahun lalu. “Saya mulai menjadi honorer pada tahun 2004,” ujarnya.
Setelah menjadi pegawai honorer, ia sulit berfikir mencari profesi lain. “Karena tenaga telah lama terkuras, para pegawai honorer tentunya sangat berharap terangkat menjadi PNS. Kalau harus mencari profesi lain, kesulitannya harus memulai lagi dari nol,” katanya.
Tingginya animo masyarakat untuk terangkat menjadi PNS ternyata tidak sebanding dengan jangkauan pemerintah. Setiap tahun, rata-rata yang direkrut pemerintah untuk menjadi CPNS hanya berjumlah 2000-3000 orang.
Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, Raaf, mengatakan, di tingkat provinsi saja, rata-rata PNS yang diterima setiap tahun hanya 200-300 orang.
Jika dihitung secara statistik, jumlah yang diterima itu hanya mencapai empat persen dari jumlah pencari kerja yang terdaftar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulteng.
Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans Sulteng, Amir Lanoa mengatakan, sampai periode Juli, jumlah pencari kerja di Sulteng mencapai 72.894 orang. Para pencari kerja tersebut lebih banyak kaum perempuan yakni 40.646 orang, sementara laki-laki mencapai 32.248 orang. “Umumnya para pencari kerja ini lebih memilih untuk menjadi PNS karena PNS masih menjadi harapan walapun belum tentu lolos,” ujarnya.
Jika dikelompokkan berdasarkan jenis pendidikan, lulusan SMA yang paling banyak menginginkan pekerjaan yakni 43.313 orang (59,4 persen), menyusul lulusan sarjana (S1, paska sarjana dan Diploma) sebanyak 29.193 jiwa atau 40 persen.
Secara statistik, jumlah angkatan kerja di Sulteng mencapai 1.236.243 jiwa atau 71,05 persen dari jumlah penduduk Sulteng tahun 2009 yang mencapai 2.438.373 jiwa (sensus 2008). Sementara jumlah pengangguran terbuka mencapai 5,11 persen atau 122.640 jiwa. “Data angkatan kerja ini merupakan hasil pendataan Dinas Nakertrans dengan Badan Pusat Statistik,” ujar Kepala Sub Program Dinas Nakertrans Sulteng, Ayub, Kamis (26/8).
Dari total angkatan kerja itu, sebagian besar masih bekerja di sektor pertanian, yakni sebanyak 678.598 atau 50 persen lebih. Menyusul setelah itu yang bekerja di sektor perdagangan 177.149 orang dan jasa-jasa 157.078 orang.
MIRIS
Tingginya antusias warga untuk menjadi PNS ternyata tidak ditopang dengan penyelenggaraan seleksi PNS secara jujur. Dalam pendataan honorer saja, sebagian warga miris terjadi manipulasi data. Apalagi jika para petinggi pemerintahan lebih memilih untuk meloloskan kerabat atau keluarga ketimbang pegawai honorer yang sudah lama mengabdi. “Kalau praktik seperti ini masih juga, jangan harap masyarakat kecil bisa jadi PNS. Paling yang nasibnya baik jadi PNS, hanya keluarga-keluarga pejabat saja. Apalagi kalau ujung-ujungnya harus keluar duit,” keluh Toufan, warga Tatura Selatan kepada Mercusuar, Kamis (26/8).
Menurut Toufan, jika dugaan manipulasi data honorer ini benar adanya, maka praktik Orde Baru akan terulang kembali, dimana unsur kekuasaannya hanya akan diberikan kepada mereka yang berduit. “Ini harus secepatnya ditindak. Kalau mau daerah ini baik, oknum-oknum yang melakukan ini harus diproses dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Senada dengan Toufan, Ardin, mahasiswa di perguruan tinggi swasta Kota Palu, mengakui sudah berulang kali mendengar kasus soal manipulasi data honorer. Bahkan, ia sempat ditawarkan menjadi honorer pada satu kabupaten yang baru saja terbentuk.
“Bahkan saya dan ada beberapa teman yang lain sempat ditawarkan menjadi honorer pada satu daerah dengan janji untuk menjadi PNS, tapi saya tolak,” ungkapnya.
Daeng, warga Besusu Timur, justeru tidak pernah berfikir untuk menjadi pegawai honorer sehingga bisa terangkat menjadi PNS. “Saya tidak mau terikat. Kalau saya mau, sudah lama saya menjadi pegawai honorer di sebuah instansi pemerintah, karena banyak kerabat yang memanggil saya,” ungkapnya. DAR/FIT/URY/ARD





Data Pencari Kerja Terdafta Periode Juli 2010
Jenis Pendidikan Laki-laki (jiwa) Perempuan (jiwa) Jumlah (jiwa)
SD 63 76 139
(0,19 persen)
SMP 171 78 249
(0,34 persen)
SMA 21.378 21.935 43.313
(59,4 persen)
Diploma I 855 2.182 3.037
(4,2 persen)
Diploma II 1.272 3.470 4.742
(6,5 persen)
Diploma III /
Sarjana Muda 1.260 2.565 3.825
(5,25 persen)
Sarjana (S1) 7.150 10.268 17.418
(23,9 persen)
paska sarjana
99 72 171
(0,2 persen)
Jumlah 32.248 40.646 72.894
Sumber: Dinas Nakertrans Sulteng

  
Item #36195-43705 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #