Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4728)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2026)   KOMUNITAS Kota Palu (15718)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3126)Sekolah (643)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1820)UNIVERSITARIA (638) Semua Kategori 44837  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
EMPAT TEWAS Akibat Gizi Buruk

SIGI, MERCUSUAR - Jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Sigi terus bertambah. Pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan Sigi awal tahun 2010, menemukan 43 kasus gizi buruk, empat diantaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Sigi, pencarian penderita gizi buruk yang dilakukan oleh petugas Puskesmas dan kader Posyandu, sejak Januari hingga April 2010, kasus terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, yakni 10 kasus. Sementara menempati urutan kedua adalah hasil temuan Puskesmas Pandere Kecamatan Gumbasa tujuh kasus, Puskesmas Sibalaya Kecamatan Tanambulava enam kasus, dan Marawola lima kasus.
Di wilayah kerja Puskesmas Baluase, Kulawi, dan Lindu masing-masing ditemukan dua kasus gizi buruk. Sedangkan di wilayah Puskesmas Palolo, hanya ditemukan satu kasus gizi buruk. Rata-rata penderita gizi buruk ini adalah bayi antara usia 1-5 tahun. Dari total 43 penderita gizi buruk yang ditemukan sepanjang tahun 2010, tujuh penderita harus dirujuk ke rumah sakit, karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Sedangkan penderita lainnya mendapat perawatan di rumah, dan pengawasan gizi dari masing-masing Puskesmas terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Sigi, dr Sofyan Mailili saat dikonfirmasi via telepon Minggu malam (4/4), membenarkan bahwa dari 43 kasus yang baru ditemukan, empat diantaranya meninggal dunia. Empat balita penderita gizi buruk yang meninggal dunia tersebut, masing-masing kasusnya ditangani oleh Puskesmas Kaleke, Baluase, Lindu dan Biromaru.
Ia menegaskan, upaya pencarian dan penanganan terhadap para penderita gizi buruk di wilayah Sigi, terus dilakukan petugas Puskesmas dan para kader Posyandu. Berdasarkan kontrol yang dilakukan masing-masing Puskesmas dan Posyandu, hampir 52 persen balita di Kabupaten Sigi, ternyata tidak pernah dibawa ke Posyandu.
“Kondisi inilah yang membuat kami yakin bahwa masih banyak balita penderita gizi buruk yang belum ditemukan di wilayah Kabupaten Sigi,” kata Sofyan.
Sementara itu, berdasarkan hasil pencarian dan penanganan kasus gizi buruk yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sigi sepanjang tahun 2009, ditemukan 186 kasus. Dari total penderita gizi buruk tersebut, sembilan diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya yang memprihatinkan.
Dengan demikian, sejak Januari 2009 hingga April 2010, jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Sigi, mencapai 229 kasus. Angka ini menunjukkan sangat buruknya kondisi gizi dan kesehatan masyarakat di kabupaten hasil pemekaran Donggala itu. “Inilah realitas kondisi kesehatan masyarakat yang harus kami hadapi dan harus segera kami tangani dengan baik,” ujar Sofyan.
Sementara itu, guna menindaklanjuti upaya penanganan terpadu kasus gizi buruk di Kabupaten Sigi, Sabtu (3/4), penjabat Bupati Sigi, Sutrisno N Sembiring, menggelar pertemuan teknis dengan seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Sigi.
Dalam pertemuan yang digelar di ruang kerja Bupati Sigi itu, sejumlah kepala Puskesmas mengeluhkan perihal keterbatasan anggaran yang dialokasikan khusus penanganan kasus gizi buruk. Selain itu, keterbatasan infrastruktur kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi, dan jumlah tenaga medis yang sangat minim, menjadi kendala paling utama dalam upaya penanganan kasus gizi buruk di daerah itu.
Penjabat Bupati Sigi, Sutrisno N Sembiring mengatakan, meskipun terkendala keterbatasan anggaran, namun Pemkab Sigi akan berusaha mengatasi permasalahan gizi buruk di wilayahnya. Saat ini, Pemkab Sigi sedang berusaha mendapatkan kucuran dana dari Departemen Kesehatan untuk membiayai beragam program kesehatan di Sigi.
“Makanya hari ini masing-masing kepala Puskesmas telah memasukkan rekapitulasi laporannya yang akan dijadikan bahan untuk diajukan kepada Menteri Kesehatan,” katanya.
Bahkan menurut Sutrisno Sembiring, dalam waktu dekat pihaknya akan mengikutsertakan seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Sigi, dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan di Jakarta. Langkah ini dilakukan agar, beragam permasalahan kesehatan yang dihadapi Puskesmas dapat disampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan. OTR

  
Item #41792-44883 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #